AUDIT TEKNOLOGI SISTEM INFORMASI
Framework Audit TI
COBIT(Control Objective for Information and related Technology)
Control Objective for Information
and related Technology atau disingkat dengan COBIT, adalah suatu panduan
standar praktik manajemen teknologi informasi. Cobit dirancang sebagai alat
penguasaan IT yang membantu dalam pemahaman dan memanage resiko, manfaat serta
evaluasi yang berhubungan dengan IT. Standar COBIT dikeluarkan oleh IT Governance
Institute yang merupakan bagian dari ISACA. COBIT 4.0 ini merupakan versi
terbaru.
Maksud utama dari COBIT :
- Menyediakan kebijakan yang jelas dan praktik2 yang baik untuk IT governance dalam organisasi tingkatan dunia.
- Membantu senior management memahami dan memanage resiko2 terkait dengan TI. COBIT melaksanakannya dengan menyediakan satu kerangka IT governance dan petunjuk control objective rinci untuk managemen, pemilik proses business , users, dan auditors.
- Menyediakan informasi yang dibutuhkan untuk mencapai sasaran2,
- Suatu organisasi harus memanage sumberdaya TI nya melalui satu kumpulan proses2 yang dikelompokkan secara alami
- Grup2 proses COBIT disusun secara sederhana dan berorientasi pada hirarki bisnis
- Setiap proses merujuk sumberdaya TI, dan persyaratan2 kualitas, fiduciary/kepercayaan, dan keamanan dari informasi.
Lingkup kriteria informasi yang
sering menjadi perhatian dalam COBIT adalah:
- Effectiveness, Menitikberatkan pada sejauh mana efektifitas informasi dikelola dari data-data yang diproses oleh sistem informasi yang dibangun.
- Efficiency, Menitikberatkan pada sejauh mana efisiensi investasi terhadap informasi yang diproses oleh sistem.
- Confidentiality, Menitikberatkan pada pengelolaan kerahasiaan informasi secara hierarkis.
- Integrity, Menitikberatkan pada integritas data/informasi dalam sistem.
- Availability, Menitikberatkan pada ketersediaan data/informasi dalam sistem informasi.
- Compliance, Menitikberatkan pada kesesuaian data/informasi dalam sistem informasi.
- Reliability, Menitikberatkan pada kemampuan/ketangguhan sistem informasi dalam pengelolaan data/informasi.
Diantara beberapa macam framework
audit IT, saya memilih COBIT. Hal ini karena COBIT lebih efektif dan efisien.
Kemudian dia juga berhubungan dengan informasi yang relavan dan berkenan dengan
proses bisnis, dan sebaik mungkin informasi dikirim tepat waktu, benar, konsisten
dan juga berguna. COBIT juga proteksi terhadap informasi yang sensitive dari
akses yang tidak bertanggung jawab. Lalu COBIT berhubungan dengan tersedianya
informasi ketika dibutuhkan oleh proses bisnis sekarang dan masa depan.
Lebih lanjut, auditor dapat
menggunakan Audit Guidelines sebagai tambahan materi untuk merancang prosedur
audit. Singkatnya, COBIT khususnya guidelines dapat dimodifikasi dengan mudah,
sesuai dengan industri, kondisi TI di Perusahaan atau organisasi Anda, atau
objek khusus di lingkungan TI.
Selain dapat digunakan oleh
Auditor, COBIT dapat juga digunakan oleh manajemen sebagai jembatan antara
risiko-risiko TI dengan pengendalian yang dibutuhkan (IT risk management) dan
juga referensi utama yang sangat membantu dalam penerapan IT Governance di
perusahaan.
source :



0 komentar:
Posting Komentar